LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
DPRD : Kami Kecewa Terhadap Pengelola
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

22 Agustus 2019 - 08:08:16 WIB

Pasar Anom Baru di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Madura,Jawa Timur kembali terbakar. Sedikitnya lima kios hangus dilalap si jago merah, Jumat, 3 Mei 2019, sekitar pukul 17.00 WIB. Menanggapi hal itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Badrul Aini mengaku kecewa terhadap pengelola pasar anom yang baru. Sebab, pengelola pasar ternyata tidak memiliki alat pemadam kebakaran. Nah itu yang saya belum lihat, padahal BPRS (pengelola pasar anom baru) punya kantor di sini. Bahkan, saya lihat tadi mobil pemadam kebakaran kesulitan masuk ke lokasi kejadian tadi, katanya.

Pasar Anom Baru yang terbakar dikelola oleh pihak ketiga, yakni Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumenep. Mestinya, kata Badrul, BPRS Bhakti Sumekar sebagai pengelola sudah memiliki sarana pemadam kebakaran yang memadai, seperti mobil pemadam kebakaran dan lain sebagainya. Apalagi, kata Badrul, BPRS Bhakti Sumekar juga memiliki kantor cabang di area Pasar Anom Baru. Itu menunjukan jika BPRS Bhakti Sumekar kurang siap mengelola pasar, karena terkesan tidak bisa menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang yang berjualan di sana. Kami sangat kecewa karena tidak dilengkapi alat keamanan yang memadai.

Bagaimana mungkin msyarakat bisa berbisnis kalau selalu dilanda ketakutan. Apalagi, peristiwa ini bukan yang pertama kali, melainkan sudah yang ketiga kalinya, jelas Politisi PBB itu. Oleh sebab itu, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pengelola Pasar Anom Baru guna mengevaluasi dan meminta pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Pasti nanti kami panggil, tegasnya.

Untuk diketahui, kebakaran tersebut diperkirakan terjadi sekitar Pukul 17.00 Wib dan api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.30 Wib setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Sumenep dikerahkan. Pasar Anom Baru merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sumenep.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING