LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
DPRD-Mana Bangun Desa Nata Kota?
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

28 Mei 2019 - 09:56:06 WIB

Setiap hujan lebat mengguyur daerah Sumenep dan sekitarnya, maka dipastikan menyisakan genangan air di sejumlah titik. Seperti yang terjadi di jalan Agus Salim, selatan saluran air yang baru dibangun menuju kali patrean terlihat genangan air hingga diatas mata kaki orang dewasa. Tidak hanya itu sejumlah pohon tumbang, seperti yang terjadi di Jl. Arip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota.

Tidak hanya itu, di Jalan Kartini juga terjadi genangan. Termasuk di jalan Dr. Cipta, air kadang masuk ke rumah sakit umum daerah dr Moh Anwar. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Mohammad Hanafi melayangkan kritik pedas terhadap program pemerintah bangun desa nata kota.

Menurut politisi Demokrat ini, program itu seolah hanya nama.Persoalan banjir itu sudah kita ingatkan tahun kemarin. Tapi sampai saat ini masih saja terjadi. Mana program bangun desa, nata kota kok beberapa titik masih tergenang air,tanya Hanafi. Hanafi pun meminta pemkab, terutama dinas terkait untuk membuat master plan yang matang dalam mengatasi banjir ini. Sebab, kalau tidak segera diantisipasi, maka Sumenep bisa seperti Sampang. Sekarang mungkin tidak terasa, tetapi tunggu nanti. Jadi, pemkab harus sedia paying sebelum hujan,pungkasnya.

Selain itu, Hanafi juga meminta agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan. Kalau budaya buang sampah pada tempatnya belum tertanam, maka lubang air akan tersumbat. Jika tersumbaat,maka air tak bisa masuk. Akhirnya, terjadi banjir,harap Hanafi.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING