LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Harga Garam Anjlok DPRD Minta Pemerintah Tak Tinggal Diam
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

27 Mei 2019 - 09:59:58 WIB

Harga garam di Kabupaten Sumenep anjlok. Saat ini harga garam hanya sembilan ratus rupiah hingga seribu rupiah per kilogram. Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras), Hasan Basri, Senin mengatakan anjloknya harga garam terjadi sejak beberapa bulan lalu. Sebelumnya harga garam mencapai Rp1.200 hingga Rp 1.500 per kilo. Jadi bukan naik, malah harga garam terus menurun,katanya. Menurutnya, anjloknya harga garam kali ini hal yang langka, karena bertepatan pada musim penghujan atau dikala diluar musim produksi. Biasanya saat turun hujan harga semakin mahal, karena petani tidak lagi memproduksi garam. Faktanya, harga garam justru semakin merosot di musim penghujan,jelasnya.

Sejak anjloknya harga garam kata dia,tidak satupun pengusaha yang datang ke Sumenep untuk membeli. Biasanya pengusaha garam dari berbagai daerah, seperti dari Rembang, Jawa Tengah yang biasa dating ke centra produksi garam melakukan pembelian malah tidak ada. Perkiraan kami stok garam rakyat yang belum terjual di tingkat petani sekitar 50 ribu ton, jelasnya.

Hasan menduga tidak bergairahnya pasar garam rakyat di daerahnya diduga karena masuknya garam impor ke Indonesia. Sebab, secara kualitas lebih bagus dan harganya lebih murah. Akibatnya, perusahaan enggan membeli garam lokal. Dengan persoalan ini, kami harap Pemerintah mencari solusi. Agar tidak terus-terusan petani menerima efek yang kurang nenguntungkan dari impor garam, tukasnya.

Wakil Ketua DPRD Sumenep, Ahmad Salim mengatakan persoalan garam adalah persoalan klasik. Seharusnya pemerintah turun tangan. Pemerintah tidak boleh alpa dalam hal ini. Sebab masalah ini setiap tahun selalu dialami oleh petani garam. Jika dibiarkan, maka petani merugi. Kasihan mereka,katanya, Politisi PPP ini berharap urusan garam juga urusan pemerintah. Jika petani berterika, maka pemerintah juga ikut memikirkan. Jika petani sakit, pemerintah juga harus ikut sakit. Biar harga garam tidak dimainkan oleh para tengkulak. Kalau pemerintah hanya duduk manis sama saja telah membiarkan rakyat menangis, tegas Salim.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING