LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
KOMISI III-Perlu Kajian
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

24 Mei 2019 - 09:57:51 WIB

Kerusakan mesin dan sejumlah fasilitas Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III terus mendapat sorotan. Bahkan, spesifikasi teknis pengadaan kapal senilai Rp 3,8 miliar itu mulai dipertanyakan. Anggota Komisi III DPRD Sumenep Agus Rahman Budiharto mengatakan, kerusakan fasilitas diduga karena adanya ketidak cocokan dalam spesifikasi teknis. Sebenarnya spesifikasi teknis itu yang perlu dipertanyakan. Kami curiga tidak ada kecocokan utamanya berkaitan dengan perencanaan,katanya, Senin, 11 Maret 2019. Dikatakan, sesuai informasi yang diterima, DBS III itu diproyeksi memiliki kecepatan 8 knot per jam, bahkan bisa sampai 13 knot per jam. Namun, faktanya kapal DBS yang ada saat ini tidak bisa menempuh jarak 8 knot per jam. Mesin yang ada, tidak mampu bergerak dikecapatan 8 knot per jam,ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, fasilitas lain di kapal itu perlu kajian teknis ulang. Terbukti, AC sudah mulai rusak, termasuk ruangan yang ada. Ini kayaknya pengadaan perlu dipertanyakan, secara perencanaan masih tak sesuai,ujarnya. Untuk itu, pihaknya meminta ada kajian teknis ulang terkait pengadaan kapal itu. Sehingga, tidak menjadi bola liar, dan kapal itu bisa diterima oleh masyarakat. Kalau belum dipakai tapi sudah rusak, maka sudah pasti ada masalah. Ini perlu kajian, tuturnya.

Sayangnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sustono belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Bahkan dia terkesan menghindar dari media. Buru-buru, katanya di Kantor DPRD Sumenep sembari keluar dari Gedung DPRD. Sebelumnya, PT Sumekar akan mengembalikan kapal III karena banyak yang tidak sesuai harapan. Salah satunya mesinnya tidak normal dan AC kapal mati. Saat ini PT Sumekar telah berkirim surat kepada Dinas Perhubungan dan juga Bupati Sumenep A Busyro Karim. Pengadaan kapal ropeks yang diberi nama DBS III itu anggarannya merupakan co sharing antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Sumenep. Totalnya Rp 39 miliar.

Kapasita penumpang DBS III ini dibagi menjadi tiga kelas. Kelas I 10 orang, kelas II 45 orang, dan kelas III 252 orang. Kapal tersebut baru di launching pada 31 Oktober 2018 oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim.Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki sebanyak tiga armada laut, yakni DBS I yang telah lama beroperasi, DBS II yang saat ini mangkrak di pelabuhan Kalianget serta Kapal DBS III yang baru selesai dibuat pada 2018 lalu namun sudah banyak yang rusak.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING