LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
CSR Guna Pemberdayaan Masyarakat
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

30 April 2019 - 08:39:12 WIB

CSR (Corporate SocialResponsibility) dari perusahaan minyak dan gas (migas) yang sudah melakukan ekplorasi maupun ekploitasi di wilayah Sumenep diwarning anggota dewan. Anggota komisi II AF. Hari Ponto meminta CSR itu untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Sehingga,keberadaan dana sosial dari perusahaan itu bisa dirasakan dan dinikmati oleh untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga,diperlukan perioritas kegiatan yang mengarah kepada pemberdayaan yang bermuara pada kesejahteraan.

Menurut Politisi Golkar ini, setidaknya sebelum memberikan dana CSR itu dilakukan inventarisasi kebutuhan dari semua masyarakat yang ada di sekitar desa terdampak. Sehingga, penya-luran dana dimaksud bisa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.Biasanya, perusahaan menggelar musyawarah untuk serap aspirasi kebutuhan. Yang kemudian menjadi anggaran peruntukan dana tersebut.Hanya saja, pihaknya berharap musyawarah serius dan tidak hanya sebatas formalitas saja. Sehingga, dampaknya bisa positif,katanya Ponto menegaskan, CSR itu tidak secara kontinyu berbentuk fisik, melainkan kepada pemberdayaan masyarakat.Pemberdayaan masyarakat akan menjadikan lebih mandiri, dan bisa memperoleh pendapatan per kapita lebih besar dari biasanya.Jangan hanya sekadar pada fisik, semisal jalan atau infrasruktur lainnya, melainkan juga diperhatikan masalah pemberdayaan. Khusunya pada peningkatan kreaktifitas SDM (Sumber Daya Manusianya). Termasuk,juga masalah pendidikan harus menjadi perhatian, berbentuk beasiswa kepada masyarakatyang ingin melanjutkan studi pendidikan,ucapnya.

Gamblangnya, sambung dia,keberadaan dana sosial itu harus bisa membantu kebutuhanmasyarakat, dan bisa diterima secara personal, bukan melalui kepala desa (kades). Tentunya,dengan melalui prosedur yang sudah ditetapkan oleh  perusahaan.Kalau fisik mungkin bisa kades atau kelompok, tapi kalau bantuan modal atau beasiswa atau pemberdayaan lainnya bisa dilakukan secara person,by name by address. Itu agarbisa diterima penerima manfaatsecara utuh,tuturnya.

Menurut Politisi senior ini, dana CSR itu memang cukup besar.Bahkan, bisa diatas 1 Miliyar. Sehingga, dana sebesar itu tentu saja bisa mengakomodir kepentingan masyarakat di berbagai sektor. Meski harus dilakukan secara bertahap. Karena itu disalurkan dalam setiap tahunnya oleh perusahaan.Bisa saja Pemkab tidak dilibatkan di dalam penentuan nominal, tapi minimal pengawasan atas pemanfaatannya harus dilakukan secara ketat. Bahkan, kalau peruntukan itu pemkab juga harus bisa mengintervensi sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Jadi, pemkab jangan menjadi penonton dalam pemanfaatan dana CD migas itu,tukasnya.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING