LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Inginkan Muncul Wisata Desa Di Visit Sumenep
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

02 April 2019 - 08:51:40 WIB

Keberlangsungan Kegiatan Visit Sumenep menjadi perhatian anggota komisi IV DPRD Sumenep Farid Afandi. Menurutnya, item kegiatan yang ada pada visit itu harus mencerminkan budaya lokal di Kabupaten Ujung Timur Pulau Madura ini, sehingga memiliki ciri khas, tak hanya sekadar seremonial belaka. Sehingga, bisa melestarikan dan meningkatkan budaya lokal, semisal ludruk dan kesenian lain yang nyaris punah, dan tidak digemari kalangan milenial. Item kegiatan visit yang akan digelar di 2019 ini harus bisa mencerminkan kebudayaan dan kesenian lokal. Sehingga, disamping menjadi populis dan daya tarik pengunjung untuk datang ke Sumenep, namun harus dijadikan upaya mempertahankan nilai nilai kebudayaan lokal. Kami tidak mau hanya sekadar formalitas dan menunjukkan sikap hura-hura yang secara manfaat tak begitu dirasakan bagi masyarakat di Sumenep ini, katanya kepada sejumlah media.

Selain itu, sambung dia, penataannya juga harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Yang terpenting kegiatan itu harus mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan itu juga harus memberikan ekses nyata bagi bangkitnya perekonomian kelas menengah. Mininimal di lokasi kegiatan. Bahkan, kami menginginkan bangkitnya ekonomi secara massif di bumi Sumekar. Dengan kegiatan itu, para wisatawan datang dan akan menghabiskan uangnya di sini (Sumenep, red),ujarnya.

Selain itu, Farid menambahkan, kegiatan ini juga harus memiliki nilai bangkitnya wisata desa. Di mana sejumlah desa di Sumenep ini memiliki potensi destinasi wisata menarik yang belum mendapatkan perhatian. Wisata desa harus menjadi icon bagi visit ini. Maka, pemkab dituntut untuk menginventarisir potensi masing-masing desa yang ada. Sehingga, saat pengunjung datang, maka banyak menu yang bisa tawarkan, semisal wisata Desa Pujon Kidul, Malang, ucapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah untuk intens melakukan komunikasi dengan desa untuk bisa memetakan wisata desa yang bisa digarap. Tentunya, wisata yang bisa menjadi magnet wisatawan datang ke Kabupaten pimpinan Dr. A. Busyaro Karim dan Achmad Fauzi, SH ini. Kami sangat menginginkan adanya desa wisata di Sumenep yang mampu menjadi wisata alternatif bagi pengunjung. Sebab, ini menjadi trend, dan membantu desa dalam upaya meningkatkan PADesnya melalui sektor wisata. tukasnya.

Kami tidak mau hanya sekadar formalitas dan menunjukkan sikap hura-hura yang secara manfaat tak begit dirasakan bagi masyarakat di Sumenep ini.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING