LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Dewan Pertanyakan Keberadaan Subterminal
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

19 Maret 2019 - 08:51:49 WIB

Keberadaan Sub Terminal di Sumenep dipastikan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Sebab, di lokasi ini biasanya ditarik retribusi, termasuk kepada MPU (Mobil Berpenumpang Umum). Namun, faktanya keberadaan sub terminal itu terkesan tidak difungsikan sampai detik ini, bahkan tidak ada MPU yang mau parkir di subterminal itu. Padahal, di lokasi tersebut terkadang ada petugas dari dinas perhubungan (dishub) setempat yang bertugas.

Padahal, keberadaan subterminal itu dinilai sangat penting untuk mendongkrak PAD setelah terminal induk Arya Wiraraja tidak lagi dikelola Sumenep. Keberadaan sub terminal yang terkesan mubazir itu sub terminal Kebonagung, Lingkar Barat. Di tempat ini hanya ada petugas yang menarik retribusi kepada kendaraan yang lewat, namun lokasinya tidak dimanfaatkan sama sekali, tidak ada yang masuk. Seharusnya, sub terminal dimanfaatkan secara baik, dan kemudian difungsikan untuk parkir kendaraan. Sehingga, bangunan yang dibangun dengan anggaran Negara tidak mubazir alias dimanfaatkan. Selain itu, parkir kendaraan tidak akan menumpuk di kota, jadi sub terminal harus menjadi alternative MPU untuk memarkir kendaraannya. Jadi, harus dimanfaatkan untuk parker kendaraan. Sebab, kami melihat masih banyak sopir yang memilih parkir sembarangan, kata anggota komisi III DPRD Sumenep Abdurrahman Taufiq.

Selain itu, sambung dia, keberadaan sub terminal itu harus mampu mendongkrak dilakukan oleh pemerintah. Jangan abai pada hal kecil yang menghasilkan PAD, ungkap politisi PAN ini. Ironisnya, sambung dia, ada beberapa sub terminal yang sudah beralih fungsi. Misalnya, sub terminal yang ada di Kecamatan Ambunten, yang saat ini sudah menjadi pasar. Dengan begitu, maka jelas tidak memberikan manfaat dan tidak tepat sasaran sesuai dengan tujuan awal. Meski Dishub pernah menyatakan peralihan ke pasar itu juga ada pendapatannya. Hanya saja, pendapatan itu tidak masuk ke dishub, melainkan ke dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan asset (DPPKA), ujarnya.

Pihaknya meminta dishub tidak tinggal diam melihat kondisi subterminal yang sudah banyak beralih fungsi. Dishub harus bekerja keras untuk mengembalikan fungsi dari sub terminal. Oleh karena itu, tidak ada alas an bagi pihak terkait untuk mengembalikan fungsi subterminal sebagai tempat parkir MPU. Tentu saja, tidak akan sulit jika berpikir maju untuk kepentingan Sumenep, khususnya peningkatan PAD disektor perhubungan, tukasnya.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING