LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Abrari : Dinkes Bergerak Setelah Ada Kasus
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

01 Maret 2019 - 08:46:57 WIB

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dalam dua tahun terakhir atau mulai 2017 hingga 2018, tren penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cenderung meningkat. Kapala Bidang Pencegahan, Pemberantasan, Pengendalian Penyakit Masalah Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumenep, Kusumawati, mengatakan pihaknya mengaku sudah melakukan upaya untuk menekan kasus demam berdarah di kabupaten paling timur Pulau Madura. Menurut dia, upaya Dinkes untuk menekan kasus demam berdarah ialah dengan melakukan gerak cepat ketika ada laporan dari Puskesmas bahwa di daerah tertentu ada kasus demam berdarah. Upaya Dinkes (untuk menekan kasus demam berdarah), ketika ada laporan dari Puskesmas, tim sergap kami langsung ke lapangan, meninjau di mana kasus yang terjadi untuk kemudian dilakukan fogging dengan radius 100 meter dari tempat penderita,katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Abrari, menilai pola pencegahan yang dilakukan Dinkes selama ini terbalik. Menurut dia, selain tentunya melakukan sosialisasi, mestinya Dinkes tidak menunggu ada kasus lebih dulu untuk melakukan upaya pencegahan, seperti fogging. Sejauh ini Dinkes bergerak setelah adanya kasus. Mestinya pola seperti itu dibalik. Supaya masyarakat tidak terjangkit, maka Dinkes bersama jajarannya selain melakukan sosialisasi juga harus  melakukan kegiatan hal-hal yang dapat membuat masyarakat terhindar dari demam berdarah. Cuma hal seperti ini yang nyaris lumpuh sebenarnya,tegas dia.

Seandainya Dinkes menerapkan pola seperti itu, pria yang akrab disapa Abe ini optimis masyarakat akan lebih terproteksi Sejauh ini Dinkes bergerak setelah adanya kasus. Mestinya pola seperti itu dibalik. Supaya masyarakat tidak terjangkit, maka Dinkes bersama jajarannya selain melakukan sosialisasi juga harus melakukan kegiatan hal-hal yang dapat membuat masyarakat terhindar dari demam berdarah. Cuma hal seperti ini yang nyaris lumpuh sebenarnya. dari penyakit DBD. Karena jejaring Dinkes itu jelas, mulai dari dinas, kecamatan bahkan ke desa, ujarnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2017 atau dua tahun lalu jumlah masyarakat Sumenep yang terjangkit DBD sebanyak 238 orang. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya meninggal dunia. Warga yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aigypti waktu itu tersebar di sebanyak 112 desa. Kemudian pada tahun berikutnya, jumlah penderita DBD di Sumenep mengalami peningkatan menjadi 292 orang. Mereka tersebar di sebanyak 116 desa. Tapi selama 2018, alhamdulillah, tidak ada penderita DBD di Sumenep yang sampai meninggal dunia, ungkap dia, Kamis, 17 Januari 2019. Sedangkan di awal tahun ini, meski belum genap satu bulan, warga Sumenep yang terjangkit DBD sebanyak 16 orang. Sehingga jika dirata-ratakan, di awal tahun ini tiap hari ada satu warga yang menderita DBD.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING