LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Benahi Kualitas Pendidikan Pedesaan
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

01 Februari 2019 - 09:02:36 WIB

Masalah pendidikan di Bumi Sumekar menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) setempat. Diantaranya, masalah sekolah pedesaan yang keberadaannya nyaris ditinggalkan oleh masyarakat sekitar. Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Nayatullah Bin Superrang sangat menyayangkan keberadaan sekolah yang terlihat hidup segan mati tak mau. Artinya sekolah tersebut sudah tidak lagi sehat. Muridnya sedikit dan gurunya tidak maksimal. Kondisi seperti itu banyak terjadi di pedesaan atau plosok.

Sebut saja, SDN I Desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang. Baru-baru ini masyarakat Sumenep dikejutkan dengan berita demonstrasi yang dilakukan wali siswa menuntut agar kepala sekolahnya dipindah. Fenomena itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab sekolah yang sudah tidak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sehingga siswanya sedikit cukup banyak. Hal itu terjadi di sejumlah plosok desa. Kasus SDN I Banuaju Barat itu hanya sebagian realita yang muncul ke permukaan bahwa sekolah sudah tidak lagi dipercaya oleh masyarakat. Buktinya siswa sedikit karena lebih memilih sekolah lain seperti madrasah karena mungkin menilai madrasah lebih maju,kata Nayat, sapaan akrabnya.

Pihaknya meminta instansi terkait menyikapi masalah tersebut. Sekolah yang tidak diminati oleh masyarakat harus di evaluasi.Kenapa masyarakat enggan menyekolahkan anaknya ke SD,harus menjadi evaluasi pemerintah,lanjutnya Nayat menilai, sekolah ditinggalkan oleh masyarakat sekitar karena sekolah itu tidak lagi berkualitas. Berikutnya, yang menyebabkan sekolah tidak berkualitas, salah satu faktornya adalah guru.Kabarnya guru yang mengajar di sekolah SDN I Banuaju Barat hanya tiga orang PNS. Kalau itu benar bagaimana bisa maksimal mengelola lembaga pendidikan.Wajar jika masyarakat enggan menyekolahkan anaknya,ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Sumenep harus menyikapi masalah sekolah tersebut bersama sekolah lain yang setara, sama-sama tidak maju untuk dicari jalan keluarnya.Kalau tidak memungkinkan dimaksimalkan lagi, maka harus di regrouping. Namun kalau masih layak dipertahankan, benahi kekurangannya seperti guru,bangunan tak terkecuali perpustakaannya.Sebab masyarakat sekarang sudah cerdas menilai lembaga pendidikan. Jika tidak berkualitas pasti akan ditinggal,pungkasnya.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING