LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Sidak, Komisi III Tekankan Pekerjaan Tepat Waktu
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

25 Januari 2019 - 08:57:41 WIB

Pekerjaan kembali Proyek Tajamara langsung menyedot perhatian komisi III DPRD Sumenep. Terbukti, legislator yang membidangi infrastruktur ini langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak yang ini langsung menyisir sejumlah pekerjaan yang mulai digarap oleh rekanan hasil tender beberapa waktu lalu. Kedatangan mereka juga didampingi Kepala Dinas PU Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP dan Cikatarung) Bambang Irianto. Mereka langsung menyisir sejumlah sudut di Proyek yang dibiayai APBD kota Sumekar ini. Sejumlah sudut pekerjaan tidak lepas dari pandangan rombongan komisi III ini. Selain memantau pekerjaan, legislator juga melakukan dialog dengan rekanan yang menangani proyek tersebut. Utamanya, terkait penuntasan proyek yang dicanangkan menjadi RTH (Ruang Terbuka Hijau) itu. Sebab, masa anggaran sudah hampir tuntas, sementara pekerjaan proyek tersebut masih banyak item yang perlu dikerjakan oleh rekanan. Dewan tidak ingin pekerjaan tersebut kembali putus kontrak.

Usai memantau pekerjaan proyek Tajamara, anggota Dewan juga memantau proyek lain yang pembangunannya sedang berjalan. Misalnya, proyek pembangunan gedung Pemkab terpadu. Di tempat itu, anggota Dewan melakukan pemantauan pekerjaan yang masih proses untuk dikerjakan. Namun, rombongan tidak memantau secara detil seperti di Tajamara. Sebab, setelah itu mereka langsung melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PRKP dan Cikatarung di kantor kerjanya. Kemudian, sidak yang digelar agak siang itu berakhir dan kembali ke gedung wakil rakyat.

Anggota komisi III Dul Siam menjelaskan, pihaknya tidak menemukan kejanggalan apapun dalam sidak proyek yang sedang berlangsung itu. Semua kegiatan itu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Alhamdulillah,pekerjaan proyek tersebut berjalan sesuai dengan koridornya. Sehingga, saat turun ke lapangan kami tidak menemukan kejanggalan apapun dalam proses pekerjaan.

Sementara yang pemkab kan belum ada pembangunan, sehingga belum bisa dikomentari, katanya dengan santai. Dia menuturkan, pihaknya sengaja turun ke lapangan untuk memastikan proyek tersebut dikerjakan atau tidak. Apabila tidak dilakukan, maka pihaknya memastikan akan mendorong untuk segera dilaksanakan. Ternyata, saat kami ke lapangan sudah ada pekerjaan proyek itu. Ini progress yang cukup baik untuk pekerjaan proyek dengan anggaran besar. Sehingga, pihaknya tidak perlu memberikan warning yang sangat keras kepada rekanan, ujar politisi PKB ini.

Di Proyek Tajamara, sambung politisi asal Kepulauan ini, pihaknya selalu mewanti-wanti untuk bisa dituntaskan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sebab, pihaknya tidak mau terulang kembali pemutusan kontrak kepada rekanan akibat keterlambatan pekerjaan. Kami tidak mau, setelah tender, rekanan sudah ada. Namun, lagilagi harus putus kontak. Ini preseden yang tidak baik. Makanya, kami langsung turun mengingatkan jangan sampai terjadi hal serupa, pemutusan kontrak, ungkapnya. Ternyata, terang dia, dari hasil yang didapat di lapangan rekanan menyatakan siap utuk bekerja dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kami tidak ingin proyek tersebut menjadi mubazir. Sebab, azas dari pelaksanaan proyek tentunya memberikan manfaat kepada masyarakat. Apabila tidak selesai kan sama dengan tidak memberikan manfaat. Ini yang kami antisipasi. Sehingga, anggaran yang sudah ada tidak terbuang sia-sia,ungkapnya

datar. Untuk proyek selain Tajamara, Dul Siam menuturkan, untuk yang Pemkab masih belum ada pekerjaan pembangunan. Namun, pihaknya memastikan pekerjaan itu akan selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja yang ada. Kami sudah meminta penjelasan kepada pihak rekanan terkait ini. Sehingga, kemungkinan bisa diselesaikan tepat waktu. Tampaknya ini sudah menjadi komitmen yang akan dijalankan oleh pihak rekanan, tuturnya dengan tegas. Kendati demikian, menurut Dul Siam pihaknya secara kontinyu tetap akan melakukan pengawasan secara intens terhadap pekerjaan proyek Tajamara. Termasuk juga sejumlah proyek lain yang ada di OPD konterpatnya. Sidak ini bukan akhir dari pengawasan yang akan kami lakukan. Melainkan, kami di komisi III tetap akan melakukan pemantauan secara intens dan extra agar proyek itu bisa dinikmati masyarakat dengan kualitas yang bagus, dan pekerjaanya tepat waktu,tukasnya.
VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING