LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Eksekutif Harus Akomodir Hasil Reses (lanjutan)
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

23 Januari 2019 - 08:14:54 WIB

(lanjutan 11 Januari 2019) Infrastruktur yang paling ngetrend menjadi curhat masyarakat adalah perbaikan dan pembangunan jalan. Hampir semua keluhan perbaikan dan pembangunan itu berada di jalan poros. Permintaan aspal dingin (coldmix) dan hotmix dipastikan masih mengalami peningkatan dari masyarakat. Sebab, keberadaan aspal sejenis dimaksud dianggap lebih tanah lama dibandingkan dengan aspal lapen. Sehingga, dipastikan akan lebih bertahan lama, kualitas lebih bisa dipertanggungjawabkan. Otomatis, tidak akan mudah rusak.

Selain soal jalan, juga ada keluhan warga terkait infrastruktur Dermaga, tambat labu dan tangkis laut dan infrastuktur lainnya. Fakta ini biasanya banyak dikeluhkan warga asal Kepulauan. Misalnya, Kangean, Sapeken, pulau Sepudi, Masalembu dan kepulauan lainnya. Bahkan, pembangunan jembatan penghubung Kalianget Talango menjadi keinginan masyarakat kepualaun. Sebab, dengan keberadaan jembatan itu akan memberikan dampak melerai kemacetan, mendongkrak ekonomi masyarakat dan bisa mempromosikan wisata di pulau Poteran.

Masalah Listrik tetap menjadi usulan masyarakat kepulauan yang hanya menikmati aliran itu tidak 24 jam. Misalnya, Giligenting, Sapeken dan Raas dan sejumlah kepulauan lainnya. Maklum, masyarakat ini sudah lama menginginkan untuk bisa menikmati aliran listrik secara sempurna. Memang, sudah ada dua pulau yang berhasil menikmati listrik 24 jam yakni Pulau Gili Iyang dan pulau Sepudi, termasuk juga Kangean. Otomatis, ekonomi masyarakat akan terus bergerak.

Di bidang pendidikan, pemerintah harus berupaya melakukan perbaikan di fasilitas gedung. Sebab, ditengarai masih banyak sekolah yang mengalami rusak namun belum dilakukan perbaikan. Sehingga, KBM berjalan dengan disertai kekhawatiran dan ketidaktenangan siswa dan guru. Selain itu juga, kualitas pendidikan harus menjadi perhatian. Yang dipikirkan, tidak hanya sekadar formalitas belajar, melainkan bisa melahirkan output yang berkualitas. Nah,peningkatan mutu inilah yang menjadi titik tekan pemebanahan, peningkatan mutu pada guru dan siswa. Masalah kesehatan juga tidak lepas dari keluhan masyarakat. Di mana pelayanan Puskesmas perlu ditingkatkan, sehingga animo masyarakat yang membutuhkan tindakan medis tidak perlu ke RSUD dr. Moh. Anwar. Salah satunya, penambahan ruang rawat inap, dan juga pembenahan pelayanan yang ramah dan nyaman kepada pasien dan keluarganya. Sebab, keberadaan puskesmas sering menjadi keluhan dari masyarakat. Selain itu, pemenuhan bidan dan perawat di Pulau Manok, Nonggunong. Sebab, di tempat itu belum ada tenaga medis s ma sekali.

Masyarakat juga meminta bantuan untuk petani semakin ditingkatkan, seperti handtraktor dan alsintan (alat pertanian) lainnya. Sebab, dampaknya sangat dirasakan oleh petani. Termasuk, juga bantuan hibahnya. Batuan terhadap UMKM, sebagai upaya peningkatan produk yang ditekuninya. Termasuk juga, meningkatkan pelatihan keterampilan kepada pelaku UMKM. Tujuannya,

agar bisa menciptakan lapangan kerja Sehingga, menekan angka pengangguran. Apalagi, Sumenep masih terbilang memiliki pengangguran yang cukup signifikan. Selain itu, angka kemiskinan dinilai masih tinggi, sehingga pemerintah diminta untuk bisa menekan angka kemiskinan itu, tentunya dengan program pemberdayaan. Dan, masih banyak usulan warga dalam reses yang diterima legislator ini.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING