LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Tindak dan Laporkan Oknum Petugas Pasar Nakal
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

12 September 2018 - 09:08:59 WIB

Pengelolaan pasar selama ini dinilai lemah. Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar mengalami penurunan. Lemahnya PAD diduga adanya pungutan liar. Pendapatan dari retribusi bocor. Oleh karena itu, pengelolaan dan penataan pasar harus dibenahi. Pendapatan dari karcis pasar mengalami penurunan, sementara di luar ramai pungutan liar (pungli). Dilihat dari sisi itu sudah sangat kelihatan,pasar ini butuh penaganan serius,kata anggota Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep baru tahun ini diberi kewenangan mengelola pasar. Sebelumnya, pasar berada di bawah Badan Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerag (BPPKAD) setempat.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta pembenahan sistem pengelolaan pasar.Di sisi lain, politisi kepulauan itu juga mendesak Disperindag bertindak tegas terhadap oknum pengelola pasar yang berbuat nakal,barmain-main dengan penarikan karcis, yakni memungut dari pedagang di luar ketentuan.Kalau ada pelanggaran, jangan hanya masyarakat yang bertindak tegas, tapi juga dinas terkait harus bersikap demikian. Karena kalau dibiarkan, akan terus seperti itu yang kemudian terkesan ada raja-raja pasar,tandasnya.

Kalau perlu, lanjutnya, pecat oknum petugas atau pengelola pasar yang nakal.Atau juga, kalau memang mengantongi bukti,laporkan saja kepada penegak hukum,tuturnya.

Jika pemerintah tidak mampu memperbaiki, Badrul mengusulkan, pengelolaan pasar dipihak ketigakan. Karena selama ini pendapatan dari pasar mengalami penurunan. Sementara di sisi lain dugaan pungli malah mencuat.Kalau ada pelanggaran,Disperindag jangan hanya bicara.Harus tegas menyikapi dan kalau ada bukti pecat atau laporkan,tegasnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Sumenep Saiful Bahri mengaku telah melakukan pembenahan.Salah satunya dengan meroling petugas pasar.Tidak hanya di Pasar Anom yang dilakukan pembenahan,tapi juga di pasar lain.Salah satunya dengan dilakukan roling,terangnya.

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING