LAYANAN ASPIRASI
SAMPAIKAN ASPIRASI PADA WAKIL RAKYAT:
Surat Rakyat SMS Aspirasi Facebook
Aspirasi dari Masyarakat
1. Sekedar melaporkan bahwa jembatan penghubung dusun Berkongan-Tanunggul Montorna ambruk dan tidak di perbaiki barangkali bapak2 DPRD Sumenep turun ke lokasi silahkan saja di dusun berkongan montorna pasongsongan dekat rumah pak kadus nurhasan

2. Dana desa tahap II sampai sekarang belum bisa dicairkan karena menunggu realisasi se kabupaten sumenep minimal 50 %. Aturan ini sangat merugikan bagi desa yang telah lama menyelesaikan dana desa tahap i. Mohon para dewan ikut mengantisipasinya. Trimk

3. Anggota dewan yang terhormat,jalan dari taman bungan ke utara stopan yang menuju pamolokan, penggunaan jalan hanya di gunakan separuh jalan,hal tersebut terjadi karena jalan yang sebelah barat digunakan lahan parkir mobil,dan juga sering memarkirkan mobilnya asal-asalan, selain meanggu pengguna jalan lain, juga tidak enak dilihat untuk penataan kota.terima kasih.

Kirimkan aspirasi anda melalui SMS Center / Surat Rakyat DPRD Kabupaten Sumenep : 085942803888

MAJALAH PARLEMEN
LINK TERKAIT
PRODUK HUKUM
Fraksi Demokrat Dewan Desak Serapan APBD Lebih Maksimal
Diposting Oleh : Moh. Misbah - Administrator DPRD Kabupaten Sumenep

21 November 2017 - 08:37:49 WIB

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mendesak eksekutif agar lebih maksimal merealisasikan program kegiatan. Sebab serapan anggaran sampai triwulan ketiga baru mencapai 40 persen. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2017 mencapai Rp2,2 triliun. Idealnya, serapan belanja hingga bulan Agustus sudah mencapai 85 persen. Sehingga pelaksanaan program pemerintah lebih maksimal karena tidak menumpuk di akhir tahun.Kalau APBD murni banyak yang tidak terserap, bagaimana nanti kalau sudah memasuki PAK.

Jadi melihat penyerapan realisasi anggaran yang masih rendah, kami tekankan supaya secepatnya dievaluasi dan dilaksanakan,terang Wakil Ketua DPRD Sumenep Moh Hanafi. Rendahnya serapan anggaran ternyata tidak hanya terjadi tahun ini. Kebiasaan pengerjaan kegiatan diakhir tahun juga terjadi ditahun sebelumnya. Padahal masalah tersebut berpengaruh pada kualitas program itu sendiri.

Hanafi kemudian menegaskan, ketika anggaran disahkan harusnya eksekutif langsung bergerak merealisasikan program yang sudah dicanangkan, sehingga khusus pekerjaan fisik tidak keteteran.Selama ini menjadi kebiasaan eksekutif mengerjakan pekerjaan ketika sudah mepet. Kami tidak mengerti kenapa, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan atau mungkin karena hal lain yang sengaja diulur-ulur,ungkapnya Sementaraitu, kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumenep Didik Untung Syamsidi mengakui jika serapan APBD di bawah target.

Hal itu banyak ditemukan di Struktur Organisasi Daerah (SOPD) besar dan yang menangani pekerjaan fisik hingga kini belum berjalan.Pak Bupati sudah kembali mewanti-wanti kepada semua SOPD untuk bisa merealisasikan anggaran yang sudah ada. Kemudian soal fisik, SOPD harus mendorong rekanannya untuk mensegerakan pekerjaannya,tuturnya. Didik menyebutkan, salah satu kendala lambannya realisasi kegiatan fisik terletak pada rekanan yang tak kunjung memulai program kegiatan, tapi sudah kami sampaikan supaya tidak selalu terulang,paparnya. (*)

VIDEO DOKUMENTASI

FOTO DOKUMENTASI
E-RAPERDA
AGENDA DPRD TERBARU
PENGUMUMAN TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Website DPRD Kabupaten Sumenep?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang

HASIL POLLING